Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Launching dan Bedah Buku A9ama Saya Adalah Jurnalisme





Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya buku 'A9ama Saya Adalah Jurnalisme' karya Andreas Harsono, resmi diluncurkan di Gedung C Perpustakaan Soeman Hs, Pekanbaru, Minggu (6/2/11).
Banyak hal yang dibicarakannya terkait perkembangan pers dunia saat ini. Apa yang akan dilakukan wartawan bila berita yang ditulisnya tidak dinaikkan media tempatnya bekerja, bagaimana menjaga idealisme, bisakah 9 elemen jurnalisme diterapkan dalam kehidupan nyata para wartawan di lapangan, dan lain sebagainya.
Ternyata jawabannya sederhana saja. Bila tidak dimuat di media cetak, bukankah masih ada blog, youtube, facebook, twitter, dan lainnya? Itulah bedanya pers jaman dulu dengan sekarang. Dalam lima tahun terakhir, demikian pesatnya perkembangan pers, menembus batas negara. Ia juga menegaskan, wawancara melalui chatting di fb-pun, selagi sumbernya layak dipercaya, adalah akurat dan sah-sah saja dijadikan berita.
"Karena itulah, wartawan sekarang harus mempelajari bahasa internet, shooting video, cara mengedit gambar dan suara, buat blog dan ikuti arus perkembangan media," tegasnya.
Soal menjaga idealisme, jawabannya juga sederhana saja; menulislah dengan baik. "Kalau tulisan Anda baik, pekerjaan akan datang dari mana-mana," katanya. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang berkeliling terus dari Sabang sampai Merauke dalam
rangka pekerjaan-pekerjaan itu.
Dan soal penerapan 9 elemen jurnalisme dalam kehidupan sehari-hari, sangat bisa, apalagi oleh pers kampus yang tak perlu khawatir akan diputus kontrak iklannya oleh pihak manapun. Jawaban ini disampaikan oleh Juwendra Asdiansyah, salah seorang
pendamping Andreas dalam mengupas buku ini.

Tiga rekomendasi
Tiga hal yang direkomendasikan Andreas Harsono pada wartawan hari ini adalah, pelajari Bahasa Inggris, buat blog dan carilah beasiswa. Dengan bahasa Inggris, berita yang sama akan dihargai berlipat-lipat dibandingkan bila ditulis dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan media lokal. "Menulislah dalam bahasa Inggris, karena media-media di luar lebih menghargai karya jurnalistik," pesannya.
Lagipula, tak lama lagi media konvensional yang dicetak dengan kertas, kelak akan ditinggalkan, seiring makin sulitnya mendapatkan bahan baku kertas karena adanya pelarangan penebangan kayu. Saat ini saja, demikian dikatakan Sutrianto dari Riau Pos, harga koran yang dijual ke pasaran, jauh di bawah harga ideal dan perusahaan harus mensubsidinya.
Andreas Harsono yang telah berada di Riau sejak sepekan silam untuk mengajarkan tentang jurnalisme pada wartawan kampus, hari itu didampingi tiga pendamping dan seorang moderator, yaitu Ahmad Jamaan dari UR sebagai moderator, Budi Setiyono dari Yayasan Pantau, Juwendra Asdiansyah dari Lampung dan Sutrianto dari Pekanbaru.
Buku 'A9ama Saya Adalah Jurnalisme' ini berisi kumpulan tulisan Andreas Harsono sejak 1999-2007 seputar jurnalisme. Dikatakan Ahmad Jamaan, buku ini setara dengan novel filosofi Dunia Sophie karya Jostein Gaarder yang bercerita tentang filsafat dengan cara yang sederhana dan ringan. Wajar saja bila kemudian ia tidak saja patut dibaca oleh para jurnalis, tapi juga layak dikonsumsi oleh masyarakat umum. Sementara Benny Glay dari Sekolah Tinggi Theologia Walter Post, Sentani, Papua, menulis di sampul belakang buku, "Andreas...dorang bahas dan persoalkan barang-barang yang disembunyikan." Statemen yang menarik dan mengena.
Andreas Harsono merupakan satu dari segelintir wartawan Indonesia penerima Neiman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard, Amerika Serikat. Bila jurnalisme adalah sebuah 'agama', maka Bil Kovach adalah 'nabi'nya. Bill Kovach
mengajarkan tentang 9 elemen jurnalisme. Terbitnya 'buku-bukuan' ini, demikian Andreas menyebutnya, adalah wujud terima kasih dan balas budinya pada sang Nabi Bill Kovach. ***

Jumat, 24 Desember 2010

Kenali Dosa Anda Mengelola Keuangan


Judul : 5 "Dosa" dalam Mengelola Keuangan
Pengarang : Stephanus Rudi Ok
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman : 98

Buku ini mengupas lima 'dosa' yang kita lakukan tanpa sadar dalam mengelola keuangan sehingga berdampak pada perekonomian. Dosa pertama adalah memaknai income yang telah diperoleh maupun yang sedang dikejar menjadi sangat penting dan segala-galanya dalam hidup.
Dosa kedua adalah kesalahan dalam mengelola penghasilan dan pengeluaran. Berapa besar yang mampu Anda hasilkan saat ini, sebagian besar adalah hak masa depan Anda, karena tidak seorang pun berencana untuk gagal tetapi seringkali orang gagal dalam membuat rencana. Kiat yang ditawarkan penulis dalam buku ini adalah, menentukan periode belanja kebutuhan rumah tangga dari sebulan sekali menjadi 2,3, atau 4 kali sebulan, sehingga tak perlu terlalu banyak menyetok barang di rumah. Pilihlah barang dengan kualitas baik meskipun dari segi harga sedikit lebih mahal, khususnya untuk barang-barang yang jarang dipakai atau dikonsumsi. Pilihlah harga yang lebih ekonomis untuk barang yang sering dikonsumsi, tentunya dengan kualitas yang sama dan hindarkan terpancang pada merek tertentu saja.
Dosa ketiga adalah tidak mengelola keuangan lebih dini untuk mempersiapkan masa pensiun saat kita berada pada usia produktif. Hal ini perlu dilakukan karena pemerintah tidak menjamin peningkatan kesejahteraan pascapensiun, jaminan sosial yang diselenggarakan pemerintah masih merupakan alat pelengkap, tak tersedianya fasiliats umum yang memadai untuk para lansia, meningkatnya biaya hidup dari tahun ke tahun, ketidakpastian kondisi perekonomian dan finansial di masa mendatang dan kondisi fisik dan produktivitas yang semakin menurun dari waktu ke waktu.
Dosa keempat adalah kesalahan membuat keputusan investasi. Sebagian orang berinvestasi hanya untuk mengejar hasil yang luar biasa tanpa mempertimbangkan resiko yang bakal terjadi. Di buku ini penulis memberikan beberapa contoh yang dapat dipelajari pembaca.
Dosa kelima adalah buruknya hubungan vertikal dengan Tuhan. Apa yang kita raih hari ini sudah pasti adalah pemberian dari Tuhan juga. Penemu teknologi telekomunikasi Alexander Graham Bell, mengatakan, "Kekuatan apa ini tidak dapat kukatakan, yang kutahau adalah bahwa ini ada dan menjadi nyata hanya bila seseorang berada di titik dimana ia mengetahui apa yang diinginkannya dan bertekad untuk tidak berhenti sampai ia menemukannya."
Buku petunjuk ini cukup lumayan untuk dibaca, karena kiat-kiat mengelola keuangan yang disampaikannya terasa mudah dijalankan. Hanya sayang, beberapa ilustrasi yang diberikan, kurang dibahas panjang, sehingga pembaca bisa terseret dalam pemahaman yang beragam dan bisa jadi itu tidak sesuai dengan keinginan sang penulis. Selain itu, ada beberapa kesalahan tulis di buku yang terasa mengganggu. Baru pada paragraf ketiga di halaman 2 (dalam istilah saya, seperti pengantin baru berbuat kesalahan di masa bulan madu), sudah muncul salah tulis. Selain itu, ada lagi kesalahan penggunaan tanda kutip dua ("), yang seharusnya hanya digunakan untuk menuliskan kutipan kalimat langsung. Dalam buku ini, penulis menggunakannya juga untuk memberi penegasan pada kata-kata yang menurutnya layak mendapat perhatian pembaca, seperti "status diterima" dan beberapa contoh lainnya, judul seminar yang sudah dicetak miring (italic) namun juga diberi tanda kutip dua dan lainnya.
Meskipun demikian, isinya patut Anda ketahui dan terapkan, agar tidak besar pasak daripada tiang.
Peresensi Fitri Mayani, penikmat buku, tinggal di Pekanbaru

Sabtu, 04 Desember 2010

Kisah Mata-mata Ganda Perang Dunia I Berdarah Indonesia


judul : Namaku Mata Hari
penulis : Remy Sylado
penerbit : Gramedia Pustaka Utama
tahun terbit : Oktober 2010
jumlah halaman : 559

'Aku tidak boleh menyangkal pada suara hatiku, bahwa alasan yang mendorong kemauanku untuk menjadi pelacur adalah bakat.
Jangan kaget. Memang aku berpendapat begitu. Bahwa menurut pandanganku, bakat jalang-sundal-lacur adalah, percayalah, urusan Tuhan juga, bukan hanya iblis. Sulit memisahkan wilayah Tuhan dan wilayah iblis di dalam diri manusia, kalau yang dijadikan tempat persinggahan fitrah kebajikan dan fiil kejahatan, adalah hati manusia, dan hati manusia selamanya tidak swatantra.'
Itulah penggalan novel ini di halaman 9-10. Mungkin bagi sebagian kita, sulit menerima pengakuan yang sedemikian terus-terang, apalagi bila mengingat bahwa saat itu, sang tokoh tengah menunggu masa-masa pelaksanaan hukuman mati atas dirinya, dengan tuduhan menjadi mata-mata ganda.
Ini memang kisah tentang seorang penari eksotis (demikian sebuah literatur menyebutnya) -jadi bukan erotis- bernama Mata Hari. Perempuan peranakan Belanda-Indonesia ini, sembari menari berkeliling Eropa, juga menjalankan misi mata-mata ganda, Prancis dan Jerman, pada masa Perang Dunia I. 'Bonus' yang nyaris selalu ia nikmati dari traveling seni ini adalah perselingkuhan dengan berupa-rupa lelaki kelas atas, mulai dari petinggi militer hingga pejabat pemerintahan. Walaupun akhirnya ia 'dijebak' sehingga harus menjalani hukuman mati di hadapan regu tembak, namun Mata Hari tetap dengan keyakinannya, bahwa bakat jalang-sundal-lacurnya adalah urusan Tuhan juga.
Mata Hari menjadi menarik dibaca karena penulisnya seolah menyelami jiwa kewanitaan tokoh utamanya. Tidak hanya itu, berbeda dengan novel sebelumnya tentang Mata Hari, novel ini juga mengisahkan tentang penggalan hidupnya yang jarang terekspos, yaitu ketika ia beberapa tahun menetap di Ambarawa dan Batavia, sebagai istri seorang opsir Belanda Rudolp McLeod.
Di Indonesia ia mendapatkan nama Mata Hari, khususnya dari babunya Nyai Kidhal, yang kelak diselingkuhi sang suami hingga hamil. Nama itulah yang terus dibawanya hingga mati sehingga sebagian orang melupakan nama aslinya. Di Indonesia pula, tepatnya di Candi Borobudur melalui relief-relief di dindingnya, ia mempelajari tarian-tarian yang kelak dibawakannya di benua Eropa.
Mata Hari terlahir dengan nama Margaretha Geertruida Zelle pada 1876. Di usia 14 tahun, saat pertama kali mendapatkan haid, ia telah 'mengeksplorasi' tubuhnya sedemikian dan mendapatkan kesenangan dan gagal mempertahankan keperawanan pada usia 16 tahun. Margaretha menikahi lelaki yang jauh lebih tua darinya bernama John Rudolp McLeod pada 1895. Namun setelah mendapatkan dua orang anak, Margaretha kembali ke Belanda untuk mengurus perceraiannya dengan sang suami dan mengembangkan karir sebagai penari eksotis profesional.
Pergaulannya dengan pria-pria berpengaruh, ternyata telah mendorongnya untuk terlibat dengan dunia politik dan perang. Berbagai informasi dari 'dialog bantal', demikian ia menyebut perselingkuhan itu, ternyata dapat berubah menjadi uang yang cukup menggiurkan baginya. Ya, Mata Hari menjual semua informasi yang didapatnya dari pihak Perancis ke pihak Jerman dan sebaliknya. Namun toh akhirnya ia terjebak dan harus menjalani hukuman mati di depan regu tembak.
Kisah hidup Mata Hari sendiri cukup dramatis, demikian pula kisah petualangannya di masa Perang Dunia I. Tidak heran, artis kenamaan Greta Garbo pun pernah berperan sebagai Mata Hari dalam film yang berkisah tentang tokoh mata-mata cantik ini. Bagi pembaca yang penasaran, foto-foto Mata Hari dapat dicari di mesin pencari di internet. Demikian pula dengan foto-foto Greta Garbo saat berperan sebagai Mata Hari dalam film yang diproduksi sekitar tahun 1939 lalu.
Sebagai penulis dan jelas-jelas menceritakan kisah hidup seorang pelacur, syukurnya Remy Sylado tidak terjebak untuk menulis novel ini menjadi 'kacangan' dan vulgar. Bagi saya pribadi, tak ada yang terlalu vulgar dikisahkan Remy dalam buku ini perihal 'dialog bantal' Mata Hari dengan para lelakinya.
Satu lagi yang menarik, Remy hampir selalu menyisipkan penggalan puisi di akhir setiap bab. Tak ketinggalan, buku ini juga dilengkapi foto-foto Mata Hari dalam berbagai pose. Selain itu, Remy memberikan catatan kaki tentang beberapa lokasi cerita yang bersetting awal abad ke-20, sehingga pembaca dapat memperkirakan, dimana tepatnya lokasi-lokasi yang pernah didatangi Mata Hari. Dan sebagai seorang sastrawan, Remy juga memasukkan ke dalam novel itu aneka kata-kata yang kurang lazim kita dengar sekarang ini. Mungkin ada baiknya pembaca melengkapi diri dengan Kamus Bahasa Indonesia, untuk mencari arti beberapa kata dalam novel ini. Selamat membaca.

peresensi Fitri Mayani, seorang jurnalis dan penikmat novel

Kamis, 11 November 2010

Mengubah Nasib, Menambah Rezeki dalam 99 Hari dengan Otak Kanan

Buku ini menurut saya mengumpulkan semua pengetahuan kita yang ibaratnya terserak di sekeliling, namun terabaikan. Bagi saya pribadi, beberapa isi buku ini sudah saya ketahui, bahkan dipraktekkan. Namun tetap saja ketika ia dikumpulkan dalam satu kesatuan hingga menjadi sebuah buku berjudul '7 Keajaiban Rezeki', saya terperangah. Dahsyaat!

Ippho 'Right' Santosa adalah seorang marketer muda sekaligus pakar otak kanan. Dua buku terdahulunya juga meraih sukses luar biasa, bahkan ada yang mencetak rekor MURI. Buku ketiga ini, juga membuat catatan sendiri dengan cetak ulang untuk ketujuh kalinya dalam tempo empat bulan. Ya, buku ini diterbitkan pertama kali Maret 2010 silam dan hingga Juli 2010 sudah tujuh kali cetak ulang.

Tujuh keajaiban rezeki seperti diuraikan Ippho dalam bukunya, terdiri dari Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri), Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga), Golongan Kanan (Lingkar Diri), Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama) Perisai Langit (Lingkar Diri), Pembeda Abadi (Lingkar Diri) dan Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri).

Salah satunya yang mungkin sudah kita pahami semua adalah Sepasang Bidadari. Yang dimaksud penulis di sini adalah ridha orangtua dan pasangan. Bila Anda ingin cita-cita Anda tercapai, selaraskan doa Anda dengan doa orangtua dan pasangan. Doa banyak orang akan hal yang sama tentu tidak sama kekuatannya dengan doa seorang saja, bukan? Mengenai hal ini, Ippho memberikan contoh yang tidak jauh-jauh, karena ia sendiri membuktikannya. Kita para pembaca pun mungkin pernah membuktikan betapa doa orangtua demikian ampuh mewujudkan sesuatu yang mungkin tak terpikirkan oleh kita.

Cita-cita yang dimaksud di sini, tidak melulu menyangkut karir atau pekerjaan. Ia bisa berwujud keinginan untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci, memiliki rumah yang layak, penghasilan yang cukup ataupun pasangan hidup bagi yang masih lajang. Ippho mencontohkan seseorang bernama Dee, yang ingin segera menikah, namun tak memiliki kekasih. Untuk mewujudkan cita-cita itu, ia merancang undangan di template sms, membeli ranjang ukuran double, mempercantik taman di rumah, dan lain-lain. Ia menetapkan kapan impian itu akan terjadi dan memperjelas semuanya. Ini dia konkretkan dengan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar bertemu dengan jodohnya pada bulan X dan menikah pada bulan Y. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 6 bulan, pertemuan pada bulan X dan pernikahan pada bulan Y itu benar-benar terjadi!

"Orang-orang sering bilang, jodoh itu di tangan Tuhan. Saya bilang, 'Itu betul dan akan tetap di tangan Tuhan selagi kita tidak berusaha mengambilnya.'"

Sesuai dengan agama yang dianutnya, Ippho menggabungkan unsur religius dengan kerja keras untuk mencapai keinginan-keinginannya. Salah-satu yang mungkin seringkali luput kita lakukan selama ini adalah Shalat Dhuha 6 rakaat untuk membuka rezeki. Rezeki juga dapat 'dipancing' dengan banyak-banyak bersedekah. Bukankah Allah sudah menjanjikan balasan yang berlipat ganda dengan bersedekah? Tentu kita sudah sering membuktikan bahwa sedekah tak pernah membuat orang jadi jatuh miskin.

Sisanya yang enam lagi, silakan dibaca sendiri dalam buku mega best seller ini. Buku ini, saya rekomendasikan untuk Anda miliki. Ya, bukan saja dibaca, tapi dimiliki. Anda tidak akan rugi. Gaya bertutur Ippho yang masih tergolong muda, cukup komunikatif, sedikit 'slebor' menurut saya, tapi enak dan segar. Buku ini juga menyinggung tentang potensi otak kanan yang luar biasa dan bagaimana orang-orang yang dominan otak kanannya dapat menguasai mereka yang lebih dominan otak kirinya.
Dengan memaksimalkan otak kanan, singkat kata, Anda dapat menguasai dunia! Satu yang menarik di buku ini, bagian awal dan akhirnya dipenuhi dengan testimoni para pembaca yang telah termotivasi. Jumlahnya lumayan dan pemberi testimoni berasal dari berbagai kalangan. Selamat membaca.

judul : 7 Keajaiban Rezeki
pengarang : Ippho 'Right' Santosa
penerbit : PT Elex Media Komputindo
jumlah halaman : 191
tahun terbit : 2010 (cetakan ke-7, Juli 2010)

peresensi Fitri Mayani

Taman Rahasia Penyembuh Hati yang Luka


Ini merupakan novel lawas yang telah beberapa kali dicetak oleh penerbit berbeda. Kita bisa melihat aneka desain sampul Secret Garden di mesin pencari di internet. Ini dapat pula menunjukkan bahwa novel ini sudah termasuk dalam deretan novel wajib baca untuk para penikmat buku bermutu, sejajar dengan Hamlet, Romeo and Julliet, Wanita Berbunga Camelia dan lain sebagainya.

Novel ini berkisah tentang Mary Lennox, gadis yatim piatu, manja dan pemarah, yang datang dari India untuk tinggal bersama pamannya Mr Archibald Craven di Inggris. Dia merasa kesepian di rumah besar dan sunyi milik pamannya itu. Namun suatu hari ia menemukan jalan menuju taman rahasia yang sudah bertahun-tahun dikunci. Dengan bantuan Dickon, anak lelaki yang bisa 'bicara' dengan binatang, Mary menghidupkan kembali taman itu dan membuatnya indah.

Kulitnya yang pucat karena selalu terkurung di dalam kamar, perlahan-lahan memerah sehat dan tubuhnya yang kurus, juga menjadi lebih berisi, seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bunga-bunga di Secret Garden. Bila dulu ia memilih hanya memakan apa yang disukainya, kini ia makanan semua yang dihidangkan, dengan lahap, tanpa banyak protes.

Suatu hari Mary mendapati seorang penghuni rahasia rumah pamannya itu. Dia bernama Colin, seorang anak laki-laki yang tak punya semangat hidup dan yakin akan segera mati. Dengan cara yang aneh keduanya berteman dan menjadi bagian dari Secret Garden.

Mary dan Colin perlahan-lahan menjadi pribadi yang lain sejak mereka sering diam-diam pergi ke Secret Garden. Taman rahasia yang hanya diketahui oleh sedikit orang itu, perlahan-lahan hidup seiring dengan musim semi yang datang. Aneka umbi yang selama ini terbenam menghangatkan diri di dalam tanah, perlahan-lahan tumbuh dan menjadi bunga-bunga yang menumbuhkan harapan. Siapakah yang akan mendapatkan kejutan di akhir cerita?

Membaca buku ini kita akan kembali ke masa-masa awal abad ke-20, ketika Inggris masih menjajah India, kolera menjadi wabah mematikan dan para ibu dari kalangan bangsawan terbiasa menyerahkan perawatan bayi mereka pada pengasuh. Mary dan Colin termasuk dalam kelompok itu sehingga mereka terbiasa memerintah para pembantu, tidak mandiri dan cenderung egois. Sementara sang ibu sendiri sibuk dengan kegiatan sosialnya dengan menghadiri pesta dan jamuan makan dari satu orang kaya ke orang kaya lainnya.

Beruntungnya, kepergian Mary ke Inggris untuk bertemu dengan pamannya, telah mengubah segalanya. Perkenalannya dengan Martha, seorang gadis desa yang ditugaskan untuk melayani segala kebutuhannya, juga perlahan membuat Mary mengubah cara pandangnya terhadap dunia. Ia menjadi lebih mandiri, tegar dan penuh semangat.

Buku ini dapat dibaca oleh segala umur dan memberikan pengetahuan pada pembaca tentang jenis-jenis tumbuhan dan hewan. Penulis menerangkannya dengan cara yang menyenangkan dan sangat deskriptif, sehingga membuat pembaca seolah melihat sendiri semua latar cerita. Selamat membaca.


judul : Secret Garden
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Penerbit :Gramedia, Februari 2010
jumlah halaman : 320

peresensi: Fitri Mayani

Mission Impossible: Mencari Bulu Domba Emas


Percy Jackson sudah gembira, karena ini hari terakhir sekolah. Sebentar lagi ia akan kembali ke Perkemahan Blasteran untuk menjalani libur musim panasnya bersama anak-anak blasteran, setengah dewa setengah manusia. Namun pada jam pelajaran olahraga, ia mengalami pertarungan dengan para laystrigonian, ras kanibal yang hidup jauh di ujung utara Amerika. Mereka lapar dan ingin makan siang dengan daging manusia. Untung Annabeth muncul di saat yang tepat sehingga permainan bisbol maut itu dimenangkan Percy. Tapi seperti biasa, tokoh utama kita ini selalu saja menimbulkan kekacauan.Kali ini ia dituduh gila dan penyebab hancurnya gedung olah raga sekolah. Dan seperti pada buku pertama, Percy terpaksa lari sementara waktu, karena tak ada waktu untuk membela diri, ataupun menerangkan hal yang sebenarnya.

Setelah pada buku pertama Percy, putra Dewa Poseidon, sang penguasa lautan dituduh mencuri petir Zeus hingga harus mengalami pertarungan demi pertarungan, kini ia harus pergi ke lautan monster untuk mencari Bulu Domba Emas. Sialnya, ini bukan misinya, melainkan misi musuh bebuyutannya, Clarisse, putri Dewa Ares yang pemberang sekaligus ksatria. Seperti sebelumnya, dalam perjalanan penuh bahaya kali ini, Percy ditemani Annabeth, putri Dewi Athena, anak blasteran lainnya. Namun ia juga membawa seorang kawan baru yang sebenarnya saudara seayahnya, seorang monster bermata satu bernama Tyson. Tyson adalah sejenis cyclops, hasil hubungan Dewa Poseidon dengan arwah-arwah jahat. Tentu saja Percy malu mengakui punya saudara seorang monster, yang tersohor sebagai makhluk yang licik, penipu, dan semua yang buruk lainnya. Annabeth pun tak menyukai Tyson.

Percy terpaksa menjalani perjalanan berbahaya ini, karena mendapatkan mimpi telepati yang dikirim sahabatnya, seorang manusia kambing bernama Grover. Grover telah bertualang dengan Percy di buku pertama. Kali ini ia disandera cyclops raksasa yang hendak mengawininya. Menyelamatkan Grover ternyata sekaligus menyelamatkan Bukit Blasteran, tempat dimana anak-anak peranakan dewa-dewa Yunani dengan manusia, menjalani latihan untuk menghadapi pertarungan mereka sendiri.

Masalah demi masalah, muncul begitu tak terduga. Kejutan demi kejutan, benar-benar mengejutkan pembaca, mulai dari awal kisah hingga ke ujungnya. Namun buku yang mengambil pasar remaja ini, sangat menarik untuk dibaca. Kalimatnya terasa mengalir, deskripsinya bagus dan kata-katanya sederhana. Dan sebagai sebuah seri, sebaiknya pembaca memang membaca seri pertama, untuk mengenal lebih jauh tokoh-tokohnya. Demikian pula karakter masing-masing tokohnya, semakin jelas.

Berhasilkah Percy dengan misi ini? Apakah ia dan Clarisse, dua musuh bebuyutan di Perkemahan Blasteran, dapat saling bekerja sama untuk mendapatkan Bulu Domba Emas? Mengapa Luke juga menginginkan bulu domba itu? Sebuah kejutan menunggu pembaca di bagian paling akhir cerita. Selamat membaca. fitri mayani

judul : Percy Jackson & The Olympians The Sea of Monsters

Penulis : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi
Jumlah Halaman :368 + x

Ketika Hati dan Tubuhmu Berkhianat karena Cinta


Miss Abigail McKenzie, seorang perawan tua berusia 33 tahun, terpaksa menerima dua pria yang terlibat 'perampokan kereta' untuk dirawat di rumahnya. Ia tak menduga, kedua pria itu akan terlibat dengan dirinya, tak semata untuk urusan antara perawat dengan pasiennya.

David Melcher, pasien pertama, adalah seorang pedagang sepatu keliling yang sopan, beretika dan sangat menghargai wanita. Ia adalah cerminan Abigail sendiri. Berada di dekatnya, Abigail hanya mendengarkan puji-pujian, apa yang sepantasnya diucapkan oleh orang yang sudah ditolong terhadap orang yang menolongnya.

Sebaliknya, pasien kedua, Jesse DuFryane, adalah badboy yang memiliki kamus kata-kata kasar yang tak pernah sekalipun didengar Abigail dalam hidupnya.Ia memaki, mencaci, memerintah sesuka hatinya,walau masih dalam keadaan terluka dan lemah.Ia seorang laki-laki yang arogan, spontan dan sedikit narsis, serta memiliki sisi sensualitas yang menggoda.

Abigail nyaris setiap hari bertengkar dengan Jesse, yang tiada henti membuatnya marah. Jesse juga mendobrak norma-norma kesopanan dan etika yang selama ini dianut Abigail. Ia membantah semua perintah Abigail dan tetap berkeras dengan sikapnya yang kasar dan spontan. Namun siapa sangka, justru pertengkaran yang berisi saling caci itulah yang membuat Abigail selalu merindukannya.

Roman sejarah ini berbingkai waktu Juni 1879, masa ketika Amerika masih sangat sepi dan rel kereta api sedang dibangun dimana-mana. Stuart's Junction, Colorado, sebuah kota yang baru saja dimasuki rel, dan kereta api menjadi benda ajaib yang selalu ditunggu-tunggu warga kota. Di sanalah suatu hari David Melcher dan Jesse DuFryane diturunkan dalam keadaan luka parah karena terlibat adu tembak dalam gerbong kereta. Ketika tak seorangpun warga kota mau menolong, Abigail yang sedang kekurangan uang, menawarkan diri untuk menjadi perawat mereka.

Dilema muncul ketika David Melcher dan Abigail merencanakan pernikahan mereka. Saat segala sesuatu telah disiapkan,termasuk gaun pengantin,makanan dan sebagainya, Jesse muncul dan merusak segalanya. Abigail harus berusaha keras melawan hati dan tubuhnya yang justru menyambut kehadiran Jesse. Kini yang berperang adalah logika dan etika melawan hasrat untuk mewujudkan semua yang tertunda.

Hummingbird menarik untuk dibaca karena pengarangnya sangat lihai mendeskripsikan setiap peristiwa dan ia termasuk orang yang sangat memperhatikan detail.Ia berhasil menciptakan sosok Jesse si badboy dengan baik sehingga tak hanya Abigail yang merindukannya, namun juga pembacanya. Dialog antara Abigail yang sopan dan pemalu dengan Jesse yang liar dan kasar, terkadang membuat pembaca tersenyum. Nama pengarangnya sendiri LaVyrle Spencer, agaknya sudah merupakan jaminan bahwa novel ini sungguh romantis. Sepertinya sang pengarang memang spesialis novel-novel semacam ini.

Namun perlu diingat, ini adalah benar-benar bacaan untuk dewasa, tidak direkomendasikan untuk para remaja. Jadi sebelum membacanya, ada baiknya Anda bertanya, sudah cukup umurkah?


judul buku : Hummingbird
penulis : LaVyrle Spencer
penerbit : Gagasmedia
tahun terbit : 2010
jumlah halaman :581

Selasa, 25 Mei 2010

Blue Smoke Obsesi Sosiopat pada Api


Catarina Hale, polisi khusus penyelidik kebakaran Baltimore, Amerika, dibuat panik dan ketakutan karena ulah sosiopat yang membakar satu demi satu orang-orang terdekatnya.
Awalnya wanita dewasa blasteran Italia-Amerika itu, mengira itu hanya kebakaran biasa, akibat kelalaian seseorang atau kecelakaan. Namun lama kelamaan semua menjadi jelas, bahwa seseorang tengah mengincar dirinya dan keluarganya, pemilik restoran pizza Sirico's untuk dihancurkan. Reena berpacu dengan waktu untuk mengakhiri aksi gila itu, agar ia sendiri tak dibakar sang sosiopat.
Buku ini menarik untuk dibaca. Joke-joke segar para tokoh di dalamnya, sepanjang buku ini, akan membuat anda tersenyum sendiri. Anda juga akan dapat 'melihat' bagaimana suasana kekeluargaan dalam gaya hidup orang-orang Italia, meskipun mereka telah berpuluh tahun pindah ke Amerika.
Anda juga akan mendapatkan ilmu baru tentang cara kerja polisi penyelidik kebakaran, untuk menentukan apakah kebakaran itu disengaja atau memang kecelakaan.
Walaupun kejutan utama tentang siapa pelaku pembakaran itu, sudah dapat ditebak di tengah cerita, namun pembaca tak akan menyangka bagaimana Reena berhasil mengungkap kasus ini. Demikian pula, target mana lagi yang akan dikejar sang sosiopat. Penulis dengan pintar menggiring pembaca untuk terus mengikuti alur pikiran tokoh utama, tanpa sempat memikirkan cara berpikir sang sosiopat. Tiba-tiba, anda dan Reena akan sama terkejutnya melihat target sang sosiopat untuk dibakar agar mendapatkan perhatian Reena.
Blue Smoke juga dapat dikatakan sebagai novel yang 'sangat Amerika'. Ini dapat dilihat dari keluarga Reena, keturunan Italia-Amerika, yang menganut nilai-nilai religius mereka sama beratnya dengan toleransi mereka pada gaya hidup moderat masyarakat setempat. Jadi, ketika Reena berusia 19 tahun dan belum pernah sekalipun tidur dengan pria, ia merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Demikian pula saat mengetahui bahwa Reena telah memberikan keperawanannya pada seorang pria, padahal belum menikah, sang ibu tak menganggapnya sebagai sesuatu yang salah.
Selain itu, biasa bagi mereka setelah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidup, memiliki pria hanya untuk sebatas 'teman tidur' dan bukan kekasih. Hal ini pula yang dilakukan Reena dengan seorang penasehat keuangan, Luke. Walaupun hubungan mereka tak langgeng, toh sang sosipat juga menjadikan Luke sebagai target.
Mungkin pembaca akan sedikit terganggu dengan bagian ini, namun novel setebal 631 ini tetap memiliki nilai tersendiri. Penulisnya, Nora Roberts, cukup cerdas mengulas satu tema ke tema lainnya, dengan cara yang lugas, tidak berbelit-belit dan paragraf-paragraf yang pendek sehingga tidak membosankan. Bagaimana Reena mengungkap kasus ini, apa motif sang sosiopat hingga membakar semua korbannya tanpa rasa berdosa, silakan temukan sendiri. Selamat membaca.

judul buku : Blue Smoke
penulis : Nora Roberts
penerbit : Writters House LLC and Maxima Creative Agency, 2005
terjemahan Indonesia: PT Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010
jumlah halaman: 631

*** peresensi: Fitri Mayani

Si Penderita Disleksia yang Mencuri Petir Zeus


Judul buku: Percy Jackson & The Olympians,
The Lightning Thief
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit:Mizan Fantasi
Tahun terbit: April 2010 (cetakan IV)
Jumlah halaman:454+viii



Bagaimana jadinya bila ternyata kau adalah anak seorang dewa yang ada dalam mitologi Yunani? Inilah yang dialami Percy Jackson, putra blasteran Dewa Penguasa Lautan Poseidon dengan Sally Jackson, seorang perempuan biasa.
Percy yang menderita disleksia dan telah berkali-kali pindah sekolah karena dianggap payah, pada suatu hari menghadapi kenyataan bahwa ia sedang dikejar-kejar monster. Semua monster berbagai wujud dari mitologi Yunani yang selama ini dianggapnya hanya omong kosong, muncul di hadapannya, bermaksud untuk membunuhnya. Ia harus menghadapinya, meski harus merelakan ibunya hilang dalam debu keemasan.
Perlahan-lahan, setelah tahu jati diri yang sebenarnya, Percy Jackson memulai petualangan tak masuk akalnya dengan teman seekor manusia kambing bernama Grover dan putri blasteran Dewi Athena dengan seorang dosen sejarah bernama Annabeth.
Tugas pertamanya tidak gampang dan tantangannya maut, yaiut mengembalikan petir asali milik Zeus. Bila ini tidak dilakukan, dewa-dewa lainnya akan memicu perang dunia III yang dahsyat. Nasib dunia berada di tangan bocah disleksia yang susah diatur dan terkesan tak diinginkan ayah, ibu dan ayah tirinya itu.
Berhasilkah Percy menuntaskan mission impossible itu? Monster apa saja yang harus dihadapinya?
Buku ini, sejak paragraf pertamanya di halaman 1, telah memancing rasa ingin tahun pembaca. Sebagian buku yang disebut-sebut bagus, terjebak di permulaan cerita yang terasa membosankan. The Lightning Thief berhasil lolos dari lubang jarum itu. Buku ini menarik sejak awal dan terkesan tidak bertele-tele.
Pelajaran moral yang disampaikannya terasa sangat terang; jangan sepelekan siapapun di sekitarmu. Orang pincangpun ternyata memiliki kekuatan super, seperti Grover, bocah pendek pincang yang suka mengembik itu dan terkesan sangat rendah diri dan penggugup itu, ternyata adalah satir (manusia setengah kambing dalam mitologi Yunani, red) yang melindungi Percy dari kejaran dan kebrutalan para monster.
Selain itu, lewat buku ini pembaca mendapatkan pelajaran gratis mata pelajaran sejarah, khususnya tentang mitologi Yunani yang penuh berisi dewa-dewi. Buku ini juga membentangkan imajinasi penulisnya tentang dunia mitologi, baik yang ada di langit, laut maupun alam bawah tempat para roh orang mati berkumpul. Kengeriannya tidak terlalu terasa, karena disampaikan dengan bahasa anak-anak yang sederhana. Rick Riordan sebagai penulis juga cerdas mencari setting untuk kisah ini, sehingga pembaca dapat membayangkannya.
Serial Percy Jackson & The Olympians ada lima dan The Lightning Thief adalah yang pertama. Buku ini telah memenangkan banyak penghargaan sejak pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat pada 2005. Edisi Bahasa Indonesianya pun sudah cetak ulang empat kali sejak pertama kali terbit pada Desember 2009. Satu lagi, The Lightning Thief juga telah difilmkan. ***

Jumat, 13 Februari 2009

walau... alhamdulillah

banyak alasan yang membuat saya terus bersyukur
sepanjang hari. ini daftarnya

1. walaupun tadi malam pulang jam sepuluh lewat, si
kecil mencret pukul satu malam dan suhu tubuhnya
meninggi, alhamdulillah masih diberi Allah umur pagi
ini saat pukul lima aku bangun.
2. alhamdulillah suhu tubuh permata sudah mulai turun
dan ia tidak rewel
3. alhamdulillah sebelum berangkat sekolah lira mau
makan walau hanya dengan telor dadar karena lauk di
meja makan sudah habis sejak semalam
4. alhamdulillah permata tidak mencret lagi dan ia
mulai riang
5. alhamdulillah mesin cuci yang biasanya ngadat pagi
ini dapat diatasi sehingga cucian selama dua hari
dapat segera dibereskan
6. alhamdulillah permata yang baru bisa jalan tidak
terjatuh di kamar mandi karena mencari saya
7. alhamdulillah aku bisa memasak untuk keluarga
kecilku
8. alhamdulillah masih sempat menyapu rumah dan
mengganti seprai yang sudah bau pesing permata karena
kena pipis terus sejak berapa hari ini
9.alhamdulillah luka di kaki lira sudah mulai membaik
10. walaupun sedan tua kami panas luar biasa karena
tidak ada ac-nya, alhamdulillah mesinnya masih bagus
dan dapat mengantarkanku ke tempat kerja dengan
selamat
11. walaupun suami tak bisa menjemput, dan aku harus
keluar uang ekstra Rp20 ribu untuk ongkos taksi,
alhamdulillah aku terhindar dari macet sehingga dapat
cepat sampai ke tempat kerjaku yang lain
12. walaupun mendadak harus menggantikan kerja teman
yang ada halangan (artinya kerja tambahan),
alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aku tak
perlu pulang lebih lama
13.alhamdulillah, tadi ketemu teman yang memberikan
informasi penting yang aku inginkan
14. alhamdulillah, asuransi pendidikan permata sudah
dibayarkan
15. alhamdulillah, permata tidak kesentrum saat main
ke belakang meja tivi
16. walaupun hpku mati karena baterainya habis,
alhamdulillah dina mau meminjamkan hpnya sehingga aku
bisa menghubungi suami agar memjemputku ke tempat
kerja malam ini
17.akhirnya, alhamdulillah karena hari ini aku masih
bisa menikmati dan mensyukuri nikmatMu, ya Allah, ya
Rabku yang Maha Tinggi...

Kamis, 05 Februari 2009

Dahsyatnya Shalat Subuh

judul buku : Misteri Shalat Subuh
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh Bagi Pribadi dan Masyarakat

Penulis : DR Raghib As-Syirjani
Penerbit : Aqwam Jembatan Ilmu
Tahun terbit : 2007 (cetakan xxix)
Jumlah halaman : 151 +x


Suatu hari di medan perang antara tentara Islam Mesir dengan tentang Yahudi Israel terjadi dialog. Orang Mesir berkata, "Hati-hati kamu Yahudi, kami akan mengalahkanmu dalam peperangan ini. Kami akan mengejarmu kemanapun kamu bersembunyi. Tidak ada tempat bagimu. Bahkan bila kamu bersembunyi di balik batu sekalipun, batu itu akan mengatakan bahwa kamu bersembunyi di baliknya." Si tentara Mesir mengutip salah satu hadits yang memang menceritakan tentang peperangan antara tentara Islam dengan Yahudi dan dimenangkan oleh tentara Islam.
Dengan kalem orang Yahudi berkata, "Tidak, sebelum Shalat Subuh kalian seramai Shalat Jumat."
Rupanya si Yahudi tahu kelemahan kita. Kita orang Islam jaman sekarang seolah melupakan shalat yang satu ini. Padahal, seperti kata sebuah hadits disebutkan, untuk melihat seseorang itu munafik atau tidak, lihatlah bagaimana shalat Subuh dan Isyanya. Mengapa dua shalat ini? Karena dua shalat ini dikerjakan pada jam dimana sebagian kita tidur. Shalat Isya dikerjakan setelah malam turun sedang Shalat Subuh dikerjakan ketika kantuk demikian kuat menutup kelopak mata.
Seringkali kita malas melaksanakan shalat Subuh dengan berbagai alasan. Mengantuk, tidak mendengar suara adzan, kelelahan, dan lainnya. Masjid-masjid pada waktu subuh ini biasanya hanya diisi oleh orang-orang tua. Sebuah hadits lain mengatakan bahwa masjid-masjid itu merintih dan mengeluh kepada Allah karena dijauhi oleh mayoritas manusia ketika Shalat Subuh tengah dilaksanakan. Selain itu, dalam Alquran Surat Al Isra' ayat 78 Allah berfirman, "...Sesungguhnya Shalat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat)..."
Di Amerika yang sebagian besar penduduknya non muslim, orang-orang biasa bangun subuh. Mereka memenuhi jalanan, taman, dan areal terbuka lainnya. Untuk apa? Untuk menghirup udara segar! Atau membawa anjing peliharaan yang telah seharian terkurung di dalam rumah.
Lalu mengapa kita tidak mau menyisihkan sedikit waktu untuk menghadap Sang Maha Pemilik Hidup? Padahal Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar untuk shalat yang satu ini. Melaksanakan Shalat Subuh berjamaah sama dengan melaksanakan shalat malam semalam suntuk. Cobalah bayangkan sendiri, dapatkan anda melakukan shalat wajib dan sunat sepanjang malam? Hanya dengan melakukan shalat Subuh berjamaah, maka pahala yang akan anda peroleh sama dengan melaksanakan shalat sepanjang malam. Demikian luar biasanya keutamaan shalat yang satu ini.
Waktu Subuh memang spesial karena pada saat itu Allah turun ke langit bumi, untuk melihat hamba-hambaNya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA disebutkan, 'Allah akan turun ke langit bumi pada setiap malam, ketika malam tinggal sepertiga yang terakhir. Dia berkata, 'Mana hambaKu yang berdoa, untuk Aku kabulkan (doanya)? Mana hamba-Ku yang meminta kepada -Ku, untuk Aku penuhi (permintaannya)? Mana hambaKu yang beristighfar, untuk Aku ampuni (dosanya)?" Kalau sudah begini, apa lagi yang kita tunggu? Masihkah kita berasalan terlalu lelah hingga tak bisa bangun subuh, atau terlalu mengantuk karena malam sebelumnya sudah begadang menonton film di televisi? Sungguh itu semua tidak sebanding dengan pahala yang dijanjikan Allah dengan melakukan dua rakaat Shalat Subuh. Karena itulah dalam adzan Subuh ada kata-kata khusus yang tidak dibaca saat adzan shalat-shalat lainnya, yang artinya 'shalat lebih baik daripada tidur'.
Pada hadits riwayat Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan tentang malaikat penjaga malam. Para malaikat ini langsung naik ke langit setelah menyaksikan Shalat Subuh. "Kemudian naiklah para malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya pada mereka... padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka, 'Bagaimana hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?' Mereka menjawab, 'Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga.' Seandainya kita masih tertidur saat itu, tentu para malaikat akan mengatakan hal itu pada Allah. Bagaimana perasaan Anda?
Shalat Subuh memang istimewa. Shalat ini merupakan shalat yang pertama kali diwajibkan atas kaum muslimin, di samping shalat Ashar. Shalat Subuh juga merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat nanti. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung dan bintang-bintang pun berjatuhan seperti yang diterangkan dalam Surat Alquran surat At Takwir 1-2.
Zikir-zikir yang dibaca seusai Shalat Subuh juga istimewa. Salah satu zikir yang direkomendasikan untuk dibaca adalah "Allahu ajirni minannaar" yang bila dibaca sebanyak tujuh kali seusai shalat subuh, sebelum seorang manusia berbicara kepada manusia lainnya, maka akan membebaskan si manusia dari azab api neraka.
Di buku yang telah mengalami cetak ulang hingga 29 kali per Agustus 2007 sejak pertama kali dicetak pada 2005 lalu ini juga diterangkan tips-tips praktis agar pembaca mudah menjalankan Shalat Subuh.
Buku ini diakui telah menginspirasi dan mengubah pandangan banyak pembaca terhadap Shalat Subuh. Gaya bahasanya sederhana, mudah dicerna oleh seluruh lapisan masyarakat. Anda pantas dan perlu membacanya.